Teori budaya


      

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR 

TENTANG :

Teori Budaya


 

Dosen Pembimbing :

ElY SAPTO UTOMO 

 

Disusun oleh :

Anggi Fitri Elisah

 

JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA

 

 

DAFTAR ISI

JUDUL

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

      1.1  Latar Belakang

     1.2  Rumusan Masalah

      1.3 Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kebudayaan

2.2  Ciri-Ciri Kebudayaan

2.3 Karakteristik Kebudaya

2.4  Fungsi Kebudayaan

2.5 Sifat Kebudayaan

2.6 Apa Saja Teori Kebudayaan

2.6.1       Teori Evolusi

2.6.2       Teorti Difusi

2.6.3       Teori Fungsionalisme

2.6.4       Teori Struktural Fungsionalisme

2.7 Jelaskan Bentuk Dan Komponen Kebudayaan

2.7.1       Bentuk Kebudayaan

2.7.2       Komponen Kebudayaan

2.8 Bagaimana Dampak Masuknya Budaya Asing

2.1  BAB III

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nyalah sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah Ilmu Budaya Dasar tentang “ Teori Budaya”.

             Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi isi, penulisan maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan bagi kami dalam membuat makalah  selanjutnya, akan kami terima dengan senang hati.

          Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini . Akhirnya tiada gading yang tak retak, meskipun dalam penyusunan makalah ini kami telah mencurahkan kemampuan, namun kami sangat menyadari bahwa hasil penyusunan makalah ini jauh dari sempurna dikarenakan keterbatasan data dan referensi maupun kemampuan kami.

         Semoga makalah ini dapat memenuhi syarat proses kegiatan belajar kami dalam Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar dan apabila terdapat kejanggalan-kejanggalan dalam penyusunan makalah ini kami mohon maaf dan sekali lagi kami mengucapkan terima kasih.

             Akhir kata, semoga makalah ini bisa memberikan suatu manfaat bagi kami selaku penyusun makalah pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya serta bisa menjadi tambahan referensi di bidang Ilmu Budaya Dasar bagi penyusun makalah di masa yang akan datang.

 

      

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang

 

             Manusia merupakan makhluk yang dapat berpikir, manusia mempunyai pola-pola tertentu dalam bertingkah laku. Tingkah laku ini dapat menjadi sebuah jembatan bagi manusia untuk memasuki keadaan yang lebih maju. Namun walau beraneka ragam, pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Eropa, Tionghoa, India, Arab dan lain-lain sebagainya.

 

            Kebudayaan atau yang disebut juga "Peradaban" mengandung pengertian yang sangat luad dan mengandung pemahaman perasaan suatu bangsa yang sangat kompleks meliputi pengetahan keparcayaan seni, moral hukum, adat-istiadat, kebebasan dan penbawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat

 

             Mempelajari kebudayaan bukanlah suatu kegiatan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali batasan kosep dari berbagai bahasa, sejarah sumber bacaan atau literatur baik pendekatan metode juga telah banyak disiplin ilmu lain yang juga mengkaji berbagai macam permasalahan terkait kebudayaan seperti Sosiologi, Psikoanalisis, Psikologi (Perilaku) dan sebagainya yang masing-masing mempunyai tingkat kejelasan sendiri-sendiri tergantung pada konsep dan penekanan masing- masing.

 

            Teori kebudayaan adalah kebudayaan yang timbul sebagai suatu usaha budi daya masyarakat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju kearah yang lebih maju. kemajuan adab, budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan itu sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

                 Tantangan masa kini ialah dalam menemukan cara untuk mempertajam konsep budaya. Berbagai pemikiran mengemukakan tentang budaya sedemikian rupa sehingga konsep itu mempunyai cakupan yang terdiri atas bagian-bagian, lebih sedikit namun dapat mengungkapkan hal-hal yang lebih banyak.  Konsep tentang kebudayaan dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai sistem adaptif dan kebudayaan sebagai sistem ideasional

 

1.2  Rumusan Masalah

1.    Apa Yang Di Maksud Dengan Kebudayaan ?

2.      Sebutkan Ciri-Ciri Kebudayaan ?

3.      Karakteristik Kebudaya ?

4.      Apa Fungsi Kebudayaan ?

5.      Sifat Kebudayaan?

6.      Apa Saja Teori Kebudayaan ?

7.      Jelaskan Bentuk Dan Komponen Kebudayaan ?

8.      Bagaimana Dampak Masuknya Budaya Asing ?

 

 

1.3  Tujuan Penulisan

         Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dalam penulisan makalah ini sebagai berikut :

1.       Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar Pada Universitas Gunadarma

2.       Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kebudayaan, ciri-ciri kebudayaan,karakteristik kebudayaan, fungsi kebudaan, sifat kebudayaan, proses kebudayan

3.      Untuk mengetahui teori dan karakteristik kebudayaan, bentuk, wujud, serta komponen- komponen kebudayaan serta, mengetahui dampak msuknya budaya asing dan hubungan antar budaya.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1            Pengertian Kebudayaan

 

           Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu Buddhayah dari kata buddhi yang artinya budi atau akal maka kebudayaan adalahh sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Dalam bahasa Inggis kebudayaan disebut "culture", yang berasal dari kata lain yaitu"colere" yang berarti mengolah atau mengerjakan tanah  atau bertani. Dalam bahasa Indonesia, kata culture di adopsi menjadi kultur.

           Sedangkan pengertian mengenai kebudayaan sendiri yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh munusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,organisasi sosial, religi, seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

         Berikut ini pandangan para ahli tentang kebudayaan :

a)      Sir Edward Bunet Tybr 

 

Kebudayaan adalah kompkeks kesekuruhun yang meliputi : pengetahuan kepercayaan kesenian hukum, moral, kebiasaan dan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

b)     Melvile J. Herkovits

 

 Kebudayaan sebagai suatu super-organik karena kebudayaan yang turun temurun tidak pernah akan ditinggalkan walaupun masyarakat senantiasa silih berganti

c)      Koentjaranin grat

 Budaya: Koentjaraningrat

Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadkan milik diri manusia dengan belajar.

d)     Selo Soemurjan dan Soehiman Soemurdi

 

 Kebudayaan adalah  hasil karya, rasa dan cipta manusia.

o   Rasa meliputi jiwa manusia mewujudkan segala norma dan niai kemasyarakatan yang perlu untuk mengatur masakah kemsyarakatan dalam arti yang has, misalnya keyakinan, ideologi kehatinan kesenian.

o   Cipta meliputi kemampuan mental kemampuan berfikir dari orang yang hidup bermasyarakat yang menghasilkan filsafat serta imu pengetahuan, baik yang berwujud teori murni maupun yang telah disusun untuk diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.

o   Karya masyarakat menghasikan teknologi dan kebudayaan kebendaan (material cuture) yang diperlukan oleh masyarakat untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatannya serta hasilnya dapat diabadikan untuk keperluan masyarakat.

 

2.2            Ciri – Ciri Kebudayaan

 

ü  Merupakan peninggalan sejarah.

ü  Bersifat dapat dipelajari.

ü  Adanya unsur kepercayaan.

ü  Kebudayaaan hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat.

ü  Terdiri unsur kebudayaan yang asli dan tradisional.

ü  Kebudayaan daerah yang diakui secara nasional.

ü  Bersifat kedaerahan dan mengandung adat istiadat.

 

2.3            Karakteristik Kebudayaan

 

§    Adaptif

Artinya, suatu kebudayaan merupakan mekanisme dalam mempertahankan pola kehidupan.

§    Dipelajari

Artinya, kebudayaan didapat dari proses pembelajaran untuk berbudaya, karena secara naluriah saja manusia akan hidup tanpa sebuah kebudayaan.

§    Berubah

Artinya, kebudayaan berkembang dan dinamis setiap saat, tergantung waktu dan tempat berlangsungnya kebudayaan.

§    Tidak disadari oleh masyarakatnya

Artinya, penganut sebuah kebudayaan tidak sadar bahwa dirinya berada dalam pola kebudayaan tersebut, karena kebudayaan tersebut telah melekat dalam dirinya.

§    Tidak diketahui secara keseluruhan

Artinya, semua masyarakat tidak ada yang mengetahui secara keseluruhan suatu kebudayaan, hanya saja yang diketahui berupa fakta-fakta sosial.

§    Memberikan dan membatasi pola tingkah laku

Artinya, kebudayaan memberikan jarak dalam interaksi dan membatasi pola tingkah laku masyarakatnya.

§    Tidak bertahan lama disuatu daerah terpencil

Artinya, kebudayaan tidak akan bertahan lama dalam suatu masyarakat yang terpencil, dengan faktor penyebab kurangnya proses regenerasi di masa yang akan datang.

§     Dibagikan

Artinya, suatu kebudayaan merupakan kumpulan prinsip dan keyakinan baik, sehingga manusia tersebut akan berusaha melestarikan dengan cara menyebarkan ke manusia lain.

 

2.4            Fungsi Kebudaayan

 

§  Suatu pedoman dalam berhubungan antar manusia atau kelompok.

§  Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan renungan kehidupan lainnya.

§  Pembimbing kehidupan manusia secara umum, baik sebagai individu dan kelompok.

§  Pembeda utama antar manusia sebagai mahluk berakal budi dengan mahluk lain seperti binatang.

§  Pegangan bersama untuk menjadi acuan serupa yang dapat terus dijalankan dan dikembangkan secara berkelompok pula demi kelanjutan hidup dari generasi ke generasi.

 

2.5            Sifat Kebudayaan

 

ü  Kebudayaan bersifat universal

      Namun perwujudan kebudayaan mempunyai ciri-ciri khusus yang sesuai dengan situasi maupun lokasinya. Untuk menjelaskan ini, kita dapat belajar dari pepatah “di mana langit di junjung, di situ bumi di pijak”, jadi untuk mengaplikasikan suatu kebudayaan, kita harus melihat konteks lokasi dan masyarakat yang bersangkutan

ü  Kebudayaan bersifat stabil

     Tetapi juga dinamis. Seiring perkembangan jaman, tentulah terjadi perubahan pada budaya, namun perubahan ini umumnya terjadi bertahap. Jika budaya tidak berubah mengikuti perkembangan jaman, umumnya budaya tersebut akan mati dan ditinggalkan sehingga budaya merupakan hal yang dinamis.

ü  Kebudayaan mengisi dan menentukan jalan kehidupan manusia.            

       Kebudayaan merupakan atribut dari manusia. Ia mengisi kehidupan manusia dan membantu kehidupan manusia, namun kebudayaan juga dapat menentukan kehidupan manusia ke depannya, seperti kehidupan manusia di masa modern yang sangat bergantung kepada internet dan teknologi.

 

2.6            Teori Kebudayaan

 

2.6.1. Teori Evolusi

 

          Teori Evolusi dapat dikatakan sebagai induk sebagai induk dari semua teori dalam antropologi. Secara tidak disadari baik emplisit maupun eksplisit pemikiran evolusionisme mempengarihi cara berfikir banyak ahli. Ada dua situasi penting yang melatarbelakangi tulisan – tulisan para evolusionis pada abad ke-19 yaitu pergulatan kamum evolusionis untuk menegakkan suatu telaah naturalistik mengenai fenomena kultural, yang oleh Tylor disebut sebagai ilmu budaya. Cara utama yang diharapkan evolusionis yaitu untuk menegakkan suatu ilmu yang menunjukkan dengan sejelas – jelasnya bahwa budaya telah berkembang setapak demi setapak dalam langkah-langkah alami.

         Dalam bidang ilmu sosial paham evolusionisme diawali oleh pemikiran E.B Taylor (1832-1917), yang menjelaskan persamaan yang terjadi pada berbagai bangsa yang berbeda, Tylor berpendapat bahwa manusia memiliki kesatuan jiwa yang sama diantara semua umat manusia sehingga menemukan pemecahan yang sama terhadap persoalan yang sama sehingga mengalami pekembangan sejarah evolusi yang sama.

 

Menurut Morgan perkembangan evolusi dibagi menjadi dua :


– Evolusi Unilinier : Evolusi yang terjadi melalui satu garis yang dominan.Masyarakat akan berkembang mengikuti tahap – tahap yang sama.

–   Evolusi Multilinier : pemikiran untuk menelaah perbedaan dan kemiripan budaya melalui perbandingan antara runtutan perkembangan yang parallel, khususnya pada wilayah – wilayah yang secara geografis jauh terpisah. Menurut Leslie A. White : Evolusi budaya terjadi karena adanya pirani manusia yang berkembang untuk berakomodadi terhadap alam dan budaya mengalami kemajuan.

 

2.6.2. Teori Difusi

           Pada awalnya teori difusi ditujukan untuk memahami difusi dari teknik -teknik pertanian, tetapi pada perkembangan selanjutnya teori difusi digunakan pada bidang-bidang lainnya secara lebih universal. Teori difusi inovasi dari Everret M. Rogers kemudian diformulasikan dalam sebuah buku pada tahun 1962 berjudl “Diffusion of Innovations”, dimana dalam perkembangan selanjutnya menjadi landasan pemahaman tentang inovasi, karakteristik inovasi, mengapa orang-orang mengadopsi inovasi, faktor- faktor sosial apa yang mendukung adopsi inovasi, dan bagaimana inovasi tersebut berproses diantara masyarakat. Difusi menekankan pada adanya persebaran (material dan non material) dari satu kebudayaan ke kebudayaan yang lain, dari satu orang ke orang yang lain, serta dari satu tempat ke tempat yang lain, sehingga kebudayaan itu sumbernya dari satu tempat yang kemudian berkembang dan menyebar ke tempat yang lain.

 

2.6.3. Teori Fungsionalisme

 

            Fungsionalisme adalah penekanan dominan pada antropologi khususnya penelitian   etnografis. Dalam fungsionalisme , kita harus mengeksplorasi ciri sistematik budaya yang artinya kita harus mengetahui bagaimana perkaitan antara institusi- institusi atau struktur -struktur suatu masyarakat sehingga membentuk suatu sistem yang bukat.Para fungsionalisme menyatakan bahwa fungsionalisme merupakan teori tetang proses kultural.

             Fungsionalisme sebagai perspektif teoritik dalam antropologi yang bertumpu pada analogi dengan organisme , artinya ia membawa kita memikirkan sistem sosial -budaya sebagai semacam organisme, yang bagian-bagiannya tidak saling berhubungan melainkan juga memberikan andil bagi pemeliharaan, stabilitas, dan kelestarian hidup”organisme”.

              Dengan demikian  dasar penjelasan fungsionalisme ialah asumsi bahwa semua sistem budaya memiliki syarat – syarat fungsional tertentu untuk memungkinkan eksitensinya atau sistem buday memiliki kebutuhan (kebutuhan sosial ala Radcliffe Brown atau bilogis individual ala Malinowski) yang semuanya harus dipenuhi agar sistem itu dapat bertahan hidup. Apabila kebutuhan ssitem fungsionalis itu tidak dipenuhi maka sistem itu akan mengalami disintegrasi dan “mati” atau akan berubah mejadi sisitem lain yang berbeda jenis. Fungsionalisme didasarkan pada pandangan yang melebihkan aspek sosial dan melihat bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari sosialisasi yang menentukan seperti apa tindakan sosialnya.

 

              Fungsionalisme menurut Malinowski memandang istitusi dalam masyarakat (keluarga, politik, pendidikan, analog dengan organisme, dan setiap organ terintegrasi serta saling bergantung.Fungsionalisme tidak untuk mengetahui asal – usul serta perkembangan suatu pranata, tetapi melihat apa fungsinya dalam konteks kehidupan masyarakat.

 

2.6.4. Teori Struktural Fungsionalisme

           Pernyataan parson mengenai teori fungsionalisme structural yang cenderung berkonsentrasi pada struktur  – struktur masyaarkat dan dan hubungan mereka satu sama lain. Struktur – struktur itu dilihat saling mendukung dan cenderung ke arah keseimbangan dinamis. Penekanannya terletak pada cara pemeliharaan tatna antara berbagai unsur masyarakat. Parson tidak hanya memerhatikan sistem sosial dalam dirinya tetapi juga hubungan -hubungannya dengan sistem-sistem tindakan lainnya, khususnya sistem budaya dan kepribadian. Akan tetapi pandangan dasarnya mengenai hubungan-hubungan intersistemik yang sama dengan pandangan mengenai relasi-relasi intrasistemik, yakni mereka didefinisikan oleh kohesi, consensus, dan ketertiban. Dengan kata lain, struktur-struktur sosial yang beraneka ragam melaksanakan berbagai fungsi positif untuk satu sama lain

 

2.7            Bentuk dan Komponen Kebudayaan

 

2.7.1. Bentuk Kebudayaan

 

a)      Kebudayaan Materi

         Kebudayaan mauteri terdiri atas benda-benda hasil karya dari suatu kebudayaan yang meliputi segala sesuatu yang diciptakan dan digunakan oleh manusia dan mempunyai bentuk yang dapat dihat dan diraba yang memiliki nilai lisan.

b)      Kebudayaan Non Materi

      Kebudayaan non materi terdiri dari kata-kata yang dipergunakan orang. hasil pemikiran adat istiadat, keyakinan, dan kebiasaan yang dikuti anggota masyarakat. Norma- norma dan adat istiadat.

 

2.7.2 Komponen  Kebudayaan

1. Kebudayaan Non Material

       Kebudayaan ini adalah segala macam ciptaan yang bersifat abstrak serta bisa diwariskan dari generasi satu ke generasi lainnya misalnya dongeng dan lagu tradisional.

2. Sistem Kepercayaan

       Sistem keyakinan atau kepercayaan akan memberikan pengaruh dalam kebiasaan, bagaimana cara dan pandangan dalam memandang hidup dan kehidupan yang dijalani, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan berkomunikasi dalam masyarakat.

3. Bahasa

        Bahasa adalah alat pengantar dalam melakukan komunikasi. Dalam ilmu komunikasi, bahasa merupakan komponen komunikasi yang paling sulit dipahami karena sifatnya yang unik dan kompleks dan hanya dapat dimengerti oleh sebagian orang yang menggunakan bahasa yang bersangkutan.

4.      Kebudayaan Material

      Berdasarkan atas semua jenis ciptaan masyarakat yang sifatnya nyata dan konkret. Termasuk juga didalamnya kebudayaan material berupa temuan-temuan yang dihasilkan dalam suatu penggalian arkeologi. Kebudayaan material ini juga termasuk pula barang-barang lainnya yang banyak digunakan oleh manusia.

5.   Estetika

     Estetika berhubungan dengan kesenian, musik, cerita, dan dongeng serta jenis kebudayaan lain yang berkembang di masyarakat. Nilai estetika ini sangat perlu untuk dipahami dalam berbagai peran agar pesan yang disampaikan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif.

 

2.8             Dampak Masuknya Budaya Asing

 

ü  Dampak Positif

1)      Kemajuan di bidang tekoogi, komunikasi informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia.

2)      Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.

3)      Kemajuan teknologi memengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkesinambungan

 

ü  Dampak Negatif

1)      Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme) schingga kegiatan gotong royong dan kebersaman dalam masyarakat ditinggalkan.

2)      Terjadinya sikap materialisme, yaitu sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi

3)       Timbulnya skap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaanya.

 

 

              

 

 

BAB III

PENUTUP

 

5.1            Kesimpulan

             Kebudayaan merupakan pengetahuan yang merupakan sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. Perwujudan kebudayaan diciptakan manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. Kebudayaan dimiliki oleh setiap manusia. Kebudayaan membentuk karakter manusia dalam tindakan- tindakan yang dilakukan sehari-hari .

               Setiap Negara memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Seiring dengan berjalannya waktu, di era globalisasi dan kemujuan teknologi seperti saat ini tidak dipungkiri masuk juga kebudayaan asing sehingga terjadi interaksi antara berbagai kebudayaan. Dimana budaya asli berinteraksi dengan budaya asing yang makin berkembang dari Negara lain. Interaksi tersebut menciptakan Hubungan yang terwujud dalam bentuk akuturasi, asimilasi, sintesis dan penetrasi. Masuknya budaya asing dan hubungan antar budaya tersebut tentu akan menciptakan dampak yang bersifat posif dan negative

 

5.2            Saran

       Kita sebagai munusia yang berbudaya hurus dapat berprilaku sesuai norma atau aturan yang menjadi kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Kita juga wajib merghormati kebudayaan dengan selalu menjaga dan memelihara kebudayaan tersebut. Sebagai manusia yang tidak ingin tertinggal oleh zaman tentu kita selalu mengikuti kemajuan teknologi namun kita sebagai manusia yang mempunyai budaya juga harus mampu menyaring setiap danpak positif dan negative dari masuknya kebudayaan asing sehingga kita bisa menjaga kebulayaan asli kita

          Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran da kritik yang ingin di sampaikan, silakan sampaikan kepada kami. Apabila ada terdapat kesalahan mohon dimaafkan dan memakluminya.

 

 

 

DAFTAR PUSAKA

v https://dosenpintar.com/pengertian-kebudayaan/

v https://www.google.com/amp/s/serupa.id/budaya-pengertian-unsur-wujud/

v http://danisaturia.blogspot.com/2010/10/karakteristik-kebudayaan.html?m=1

v https://www.studiobelajar.com/kebudayaan/

v http://blog.unnes.ac.id/wiwinwahyu99/2017/09/24/teori-teori-budaya/

v https://www.slideshare.net/mobile/Cardy69/makalah-kebudayaan-129066492

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[ UTS NO 5] Jelaskan fungsi dan peran perbankan sebagai financial intermediary? produk-produk perbankan dari sisi source of fund dan use of fund!

Alat Musik dan Lagu Daerah Sumatera Utara